Dashboard IPOLEKSOSBUDHANKAM

TNI Angkatan Darat

Periode: 18-24 Nov 2025

Update: 24 Nov 2025, 11:30 WIB

Keamanan Siber

Monitoring serangan siber dan ancaman digital

Total Serangan 2024
0M

15 anomali trafik

6 Bulan Terakhir
140M

Serangan teridentifikasi

Anomali Cyber
81000.0M

Aktivitas mencurigakan

Pertumbuhan Global
+20%

Per tahun

Status Keamanan Siber Nasional

  • • Sistem keamanan nasional masih terfragmentasi
  • • Indonesia termasuk negara dengan paparan serangan tertinggi di Asia Tenggara
  • • RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) masih dalam pembahasan
  • • Pengamanan ruang siber berjalan sendiri-sendiri tanpa standar nasional
Tren Serangan Siber November 2025
Perbandingan serangan dan anomali per minggu
Minggu 1 NovMinggu 2 NovMinggu 3 NovMinggu 4 Nov0M35M70M105M140M
  • Serangan
  • Anomali
Insiden Keamanan Siber Terkini
Periode: 18-24 November 2025
KRITIS

15 Serangan Ransomware Besar Termasuk Institusi Militer

26 Nov 2025

Vaksincom ungkap 15 ransomware besar 2025: 50% pemerintah, 50% swasta. Target: militer, law firm, BUMN pupuk (diserang 2x), Perumda Air Minum (SCADA dikuasai, dijual $1000)

Sumber: Vaksincom, Kumparan

KRITIS

BSSN: 81 Miliar Anomali Trafik Nasional dalam 5 Tahun

26 Nov 2025

BSSN melalui NSOC deteksi lonjakan anomali trafik signifikan. 3.331 kasus kejahatan siber 2025

Sumber: BSSN, NTV News

TINGGI

Kejahatan Siber Meningkat Tajam

26 Nov 2025

36% organisasi laporkan serangan meningkat 3x lipat. Deepfake impersonation, AI-assisted credential stuffing, polymorphic malware

Sumber: Radar Bandung, Milenianews

TINGGI

Penipuan Digital Marak

25 Nov 2025

Kerugian triliunan rupiah sepanjang 2025. HIPMI dorong pemerintah sahkan regulasi keamanan siber

Sumber: Kompas

Implikasi terhadap TNI AD
Analisis dampak serangan siber dan tindakan strategis yang diperlukan

Kerentanan Infrastruktur Digital TNI AD

Dengan 403 juta anomali trafik dan fragmentasi sistem keamanan nasional, infrastruktur digital TNI AD rentan terhadap serangan siber terkoordinasi dari aktor negara maupun non-negara.

Tindakan yang Diperlukan:

Percepat pembentukan Cyber Defense Unit di setiap Kodam, implementasi Security Operations Center (SOC) 24/7, dan pelatihan cyber warfare untuk personel IT TNI AD.

Ancaman Terhadap Sistem Komando dan Kontrol

Serangan siber dapat melumpuhkan sistem C4ISR TNI AD, mengganggu koordinasi operasional di lapangan.

Tindakan yang Diperlukan:

Segmentasi jaringan C4ISR, implementasi enkripsi end-to-end untuk komunikasi taktis, dan pengembangan sistem komunikasi alternatif (backup).

Perlindungan Data Sensitif dan Intelijen

Data personel, rencana operasi, dan intelijen TNI AD menjadi target utama spionase siber.

Tindakan yang Diperlukan:

Implementasi Data Loss Prevention (DLP), audit keamanan berkala, zero-trust architecture, dan pelatihan cyber hygiene untuk seluruh personel.

Rekomendasi Segera untuk TNI AD
Tindakan prioritas dalam 24-48 jam

Aktivasi Cyber Defense Posture Level 2

Tingkatkan monitoring 24/7, aktifkan SOC dalam mode heightened alert, lakukan vulnerability scanning dan update patch keamanan.

Isolasi Sistem Kritis

Review dan perkuat segmentasi jaringan, pastikan sistem komando tidak terhubung internet, implementasi air-gap untuk sistem persenjataan.

Briefing Keamanan Siber Darurat

Lakukan briefing ke seluruh satuan, sosialisasi ancaman ransomware dan phishing, distribusikan panduan respons insiden, aktifkan hotline pelaporan.