Pertahanan
Monitoring operasional TNI AD dan situasi pertahanan nasional
Center of Gravity TNI
Menteri Pertahanan menetapkan 3 titik strategis pengamanan nasional: Jakarta (pusat pemerintahan), Aceh (pintu gerbang barat), dan Papua (wilayah perbatasan timur). Penguatan pertahanan di ketiga wilayah ini menjadi prioritas utama.
Program aktif dan akan datang
Target per tahun (satu kabupaten satu batalyon)
Area yang memerlukan perhatian khusus
Pengamanan Kilang Pertamina
Akan DimulaiTNI AD ditugaskan menjaga seluruh kilang dan terminal Pertamina
Pembentukan 150 Batalyon Baru
BerkelanjutanTarget satu kabupaten satu batalyon, 150 batalyon per tahun
Center of Gravity: Jakarta, Aceh, Papua
Prioritas StrategisMenhan tetapkan 3 titik kunci pengamanan nasional
C-130J Super Hercules A-1343
Pilot Pick Up sukses di Andersen AFB
TNI AU
CN-235 A-2305
Restorasi dipercepat
Depohar 10 & PT DI
Papua
TINGGIKKB (Kelompok Kriminal Bersenjata)
Serangan sporadis, penculikan, sabotase infrastruktur
Aceh
SEDANGAktivitas Separatis
Monitoring aktivitas kelompok separatis
Perbatasan
SEDANGPelanggaran Wilayah
Potensi insiden di perbatasan darat dan laut
Beban Operasional Meningkat
Pengamanan kilang Pertamina mulai Desember menambah tugas TNI AD di luar tugas pokok
Tindakan yang Diperlukan:
Redistribusi personel, pembentukan satuan khusus pengamanan instalasi vital, koordinasi dengan Polri
Kebutuhan SDM Masif
Target 150 batalyon/tahun memerlukan 150.000+ personel baru dalam 5 tahun
Tindakan yang Diperlukan:
Percepat rekrutmen, bangun infrastruktur pelatihan baru, tingkatkan kapasitas Secata
Fokus Papua dan Aceh
Center of Gravity di Papua dan Aceh memerlukan penguatan signifikan
Tindakan yang Diperlukan:
Prioritaskan pembentukan batalyon baru di Papua (10) dan Aceh (5), bentuk satuan khusus Papua
Modernisasi Alutsista
Pengadaan dan pemeliharaan alutsista harus dipercepat untuk mendukung operasi
Tindakan yang Diperlukan:
Prioritaskan pengadaan drone ISR, kendaraan taktis, dan sistem komunikasi modern
Papua
Prioritas pembentukan 10 batalyon baru, satuan khusus Papua, dan operasi Smart Approach (60% soft, 40% hard)
Pengamanan Energi
Mulai Desember 2025: pengamanan kilang dan terminal Pertamina dengan minimal 1 kompi per instalasi besar
Pembentukan Batalyon
Target 150 batalyon per tahun dengan fokus wilayah Papua (10), Aceh (5), Kalimantan (5), Sulawesi (5), Jawa (5)
Modernisasi Alutsista
Prioritas pengadaan drone ISR, kendaraan taktis, sistem komunikasi modern, dan cyber defense equipment