Dashboard IPOLEKSOSBUDHANKAM

TNI Angkatan Darat

Periode: 18-24 Nov 2025

Update: 24 Nov 2025, 11:30 WIB

Bencana Alam

Monitoring bencana alam dan dampaknya terhadap keamanan nasional

Sumber: BNPB - Portal Satu Data Bencana Indonesia

Status Bencana Nasional

  • 2.919 kejadian bencana dalam periode 1 Januari - 24 November 2025
  • 428 korban meninggal, 71 hilang, 763 luka-luka
  • 5.61 juta orang menderita dan mengungsi
  • • Gunung Semeru status Level IV (AWAS) - erupsi aktif sejak 19 November 2025
  • • Puncak musim hujan November-Desember: potensi banjir dan longsor sangat tinggi
Total Kejadian 2025
2.919

Rata-rata 265 kejadian/bulan

Korban Jiwa
499

428 meninggal, 71 hilang

Pengungsi
5.6M

Menderita dan mengungsi

Rumah Rusak
35.9K

Ringan, sedang, dan berat

Distribusi Jenis Bencana 2025
Berdasarkan jumlah kejadian
5 Jenis Bencana Terbanyak
Periode 1 Jan - 24 Nov 2025
BanjirCuaca EkstremTanah LongsorKarhutlaGelombang Pasang dan Abrasi040080012001600
Kejadian Bencana Terkini
Periode: 18-25 November 2025
KRITIS

Erupsi Gunung Api - Gunung Semeru, Jawa Timur

Level IV (AWAS)

24 Nov 2025, 17.20 WIB

Erupsi ke-8 dalam seminggu terakhir. Awan panas sejauh 13.8 km ke arah Besuk Kobokan. 3 orang luka-luka, 500+ mengungsi

Korban: 3 luka-luka, 500+ mengungsi

Sumber: PVMBG, Antara News, Katadata

TINGGI

Erupsi Gunung Api - Gunung Ibu, Maluku Utara

Level II (Waspada)

23 Nov 2025, 23.00 WIB

Kolom abu setinggi 300 meter. Zona larangan aktivitas radius 2 km dari kawah

Sumber: PVMBG, Katadata

SEDANG

Gempa Bumi - Bener Meriah, Aceh

M 4.7

24 Nov 2025, 20.56 WIB

Kedalaman 4 km, pusat gempa 21 km Barat Laut Bener Meriah. Dirasakan warga

Sumber: BMKG, Detik News

SEDANG

Gempa Bumi - Blitar, Jawa Timur

M 5.2

23 Nov 2025, 20.40 WIB

Kedalaman 10 km, dirasakan di wilayah Jawa Timur

Sumber: BMKG, Okezone

TINGGI

Cuaca Ekstrem - Banjarnegara, Jawa Tengah

Tanah Longsor

18 Nov 2025, 06.00 WIB

Angin kencang memicu longsor. Menko PMK tinjau lokasi, evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar

Sumber: Kemenkopmk

Implikasi terhadap TNI AD
Analisis dampak bencana alam dan tindakan strategis yang diperlukan

Kesiapsiagaan Bencana

2.919 kejadian bencana dalam 11 bulan menunjukkan frekuensi tinggi (265 kejadian/bulan). TNI AD sebagai garda terdepan penanganan bencana harus siap 24/7.

Tindakan yang Diperlukan:

Aktifkan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (Satgas PB) di setiap Kodam, stockpile logistik bantuan (tenda, selimut, makanan), dan latihan SAR rutin setiap bulan.

Penanganan Erupsi Semeru

Erupsi Semeru Level IV (AWAS) dengan 2.800+ letusan tahun 2025 memerlukan penanganan khusus. Potensi evakuasi massal dan bantuan logistik besar.

Tindakan yang Diperlukan:

Kodam V/Brawijaya siagakan minimal 2 batalyon untuk evakuasi, siapkan helikopter untuk distribusi bantuan, koordinasi dengan BPBD Jatim dan PVMBG.

Mitigasi Gempa Aceh

Gempa M 4.7 di Aceh mengingatkan pada potensi gempa besar di zona subduksi Sumatera. Perlu kesiapan menghadapi skenario terburuk.

Tindakan yang Diperlukan:

Kodam IM (Iskandar Muda) perkuat early warning system, latihan evakuasi tsunami, dan siapkan jalur evakuasi vertikal di wilayah pesisir.

Dukungan Logistik Pengungsi

5.6 juta orang menderita dan mengungsi akibat bencana. TNI AD harus mampu mendukung BNPB dalam penyediaan shelter dan logistik.

Tindakan yang Diperlukan:

Bangun gudang logistik regional di setiap Kodam, MoU dengan BNPB untuk rapid deployment, dan latihan pendirian tenda darurat.

Rekomendasi Segera untuk TNI AD
Tindakan prioritas 24-48 jam ke depan

Aktivasi Satgas Penanggulangan Bencana Level 2

Kodam V/Brawijaya siagakan 2 batalyon untuk penanganan erupsi Semeru. Kodam di Jawa, Sumatera, Sulawesi siapkan Satgas PB untuk antisipasi banjir dan longsor musim hujan.

Siapkan Logistik dan Alat Berat SAR

Stockpile tenda, selimut, makanan siap saji di gudang Kodam. Siapkan helikopter, perahu karet, excavator, dan ambulans. Koordinasi dengan BNPB dan BPBD untuk distribusi.

Koordinasi Gabungan TNI-Polri-BNPB-Basarnas

Bentuk Posko Komando Gabungan di daerah rawan bencana. Latihan simulasi evakuasi dan SAR. Aktifkan jalur komunikasi darurat 24/7.